Nostalgia Naik Bus MGI Bandung-Leuwiliang

Trayek Bus Bandung-Leuwiliang merupakan sebuah terobosan bagi kami yang berkampus di Dramaga Bogor. Tak hanya bagi mahasiswa yang berasal dari Bandung. Tapi mahasiswa yang harus melewati Bandung untuk sampai ke kampung halamannya. 

Sebelumnya, untuk sampai ke Dramaga kami harus naik Bus jurusan Bogor lalu naik Angkot (angkutan kota) dua kali. Sungguh melelahkan! Mengingat kemacetan Kota Bogor saat itu. 

Kini mahasiswa sudah bisa naik dan turun langsung di depan kampus, atau bahkan di depan kosan langsung jika kosannya terletak di jalan Dramaga.

Trayek Bus Bandung-Leuwiliang sudah menjadi sahabat perjalanan pulang kampung ku sepanjang masa perkuliahan dulu. Ya dulu, sudah lama sekali sejak terakhir kali naik bus Bandung-Leuwiliang. 

Pengalaman Pertama Naik Bus Bersama Anak-anak

Pengalaman pertama naik bus bersama anak-anak

Berawal dari adik ku yang meminta tolong untuk memberitahu Bibi (adik dari Mama) yang tinggal di Bogor kalau dia akan menginap. Rupanya dia hendak mengambil ijazah sekolahnya di salah satu Boarding School yang berlokasi di Parung, Bogor. Tak jauh memang dari rumah Bibi yang tinggal di kawasan Semplak.

“Apa aku ikut aja yah Bi?”

celetuk ku

Terdengar random tapi aku benar-benar memperhatikan keadaan sebelum meyakinkan ikut atau tidaknya. Melihat kondisiku memang tak masalah. Aku selalu siap untuk pergi kapanpun. Masalahnya sekarang sudah ada anak-anak yang masih kecil pula.

Sudah lama sekali semenjak terakhir kali menginjakan kaki di Bogor. Seingatku tahun 2019, dalam rangka menghadiri wisuda adik ku yang pertama. Beruntungnya kondisi anak-anak juga cukup fit untuk melakukan perjalanan jauh. Jadi aku hanya perlu mempersiapkan keperluannya saja selama di Bogor. 

Tujuan ke Bogor kali ini memang busa dibilang ‘tanpa tujuan’. Tak ada tempat-tempat yang harus aku kunjungi. Tak banyak yang harus dipersiapkan karena memang tak akan lama.  

Malam itu juga, setelah mendapat ijin dari suami aku pun bergegas menyiapkan pakaian dan printilan kecil lainnya untuk dibawa. Mama ku sampai kaget ketika melihat keesok paginya melihat tas bawaan ku. Sedikit cemas, tapi tidak khawatir karena ditemani adik ku.

Membawa dua anak untuk berpergian jauh, bukanlah hal yang mudah. Karena ditemani adik ku jadi aku anggap ini sebagai kesempatan untuk berbagi pengalaman bersama anak-anak.

Kerennya Terminal Leuwipanjang 2023

Pagi itu kami berangkat dari rumah tempat tinggal ku di Ciwidey ke Terminal Leuwipanjang menggunakan taksi online. Kami berangkat sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah satu jam perjalanan kami pun sampai di Terminal Leuwipanjang. Sungguh kaget aku melihat perkembangan Terminal yang kini jauh lebih rapi dan nyaman.

Meskipun sering bepergian ke luar kota, biasanya aku pakai transportasi kereta api. Seingatku terakhir kali ke Terminal Leuwipanjang ini sekitar tahun 2016. Wow tujuh tahun yang lalu.

Dahulu, jika ingin menggunakan bus luar kota, biasanya aku masuk dari pintu yang dekat dengan halte Bus dalam kota. Sekarang pintu utamanya terletak tepat di pintu masuk angkutan umum di jalan Leuwipanjang.

Akses menuju busnya juga gampang. Kita bisa turun langsung depan pintu utamanya. Setelah masuk kita di arahkan ke lantai atas. Banyak petunjuk arah jadi kita tidak perlu cemas takut tersesat meskipun gedung baru itu sangat luas.

Mini market dekat pintu masuk Terminal Leuwipanjang

Fasilitas terminal sekarang sudah sangat lengkap. Di awal pintu masuk pun kita sudah di sambut dengan minimarket, dan mesin ATM. Ada sofa juga! Kursi tunggu juga lumayan banyak di lantai satu.

Eskalator menuju lantai 2 Terminal Leuwipanjang

Naik ke lantai 2, kursi tunggunya lebih banyak. Masih sepi karena mungkin memang masih baru. Terdapat toilet dan musholla juga. Hmmm kini perjalan menggunakan bus semakin nyaman dan aman.

Begitu masuk ke arah bus, kita sudah bisa melihat deretan bus biru khas MGI. Jangan salah naik ya meskipun sama sama biru trayeknya berbeda-beda. Kami langsung menuju bus bertuliskan Bandung-Leuwiliang.

Trayek Bus MGI Bandung-Leuwiliang diantara deretan bus MGI menuju Bogor

Kebetulan sekali berada di deretan paling depan. Sedihnya ketika baru masuk bus dalam keadaan masih kosong. Artinya bus sebelumnya baru saja berjalan, dan kami harus menunggu sampai jadwal selanjutnya tiba.

Jadwal Bus MGI Bandung-Leuwiliang

Berikut jadwal bus MGI Bandung-Leuwiliang:

doc. termialbus.id

Tak lama, bus yang kami naiki pun berangkat. Betapa excitednya anak cikal ku saat bus mulai melaju. Sepanjang perjalanan dia sama sekali tidak tidur. Sibuk menghabiskan makanan dan ngoceh tanpa henti. Kadang dia sibuk mencermati setiap apa yang di lihat. Kadang nyanyi, bahkan jalan-jalan di koridor.

Berbeda dengan anak bungsuku. Karena dia masih bayi, sepanjang perjalanan dia lebih banyak tidur. Sesekali bola matanya sibuk mencermati kendaraan dari jendela. Bahkan kadang dia usil dengan kakaknya.

Tiga jam lebih kami berada di dalam perjalanan. Kami sampai sekitar pukul tiga sore. Beruntung Bibi dan suaminya menjemput kami di depan Lotte Yasmin. Mereka sudah menunggu ketika kami turun dari bus, sehingga kami bisa langsung menuju rumah Bibi untuk berehat.

Apa yang membedakan perjalanan MGI Bandung-Leuwiliang dulu dan sekarang?

1. Harga Tiket Bus

Seingatku, pertama kali trayek Bandung-Leuwiliang ini beroperasi, harga tiket busnya Rp.70.000. Sempat naik jadi Rp.75.000. Kalau libur panjang lebaran harganya naik sampai Rp.90.000. Sekarang, harga hari hari biasa Rp.90.000 dan Rp.110.000 di hari libur lebaran. Cukup terjangkau jika dibandingkan harga bahan bakarnya yang sudah naik berkali kali sejak tahun 2016. 

2. Kondisi Bus

Berbanding terbalik dengan kondisi terminal yang semakin bagus, kondisi bus MGI semakin usang. Masih bisa dimaklumi karena memang sudah bertahun-tahun dan tak mungkin ganti bus baru kan. Hanya saja sedikit tidak terurus jadinya mengurangi kenyamanan penumpang.

Duduk di kursi sebelah jendela agar bisa memandangi langit luar sepanjang perjalanan menjadi daya tarik tersendiri. Sayang sekali jendelanya saat itu nampak kotor penuh dengan lukisan jari yang entah terbuat dari apa. Semoga aja bukan ingus ya!! 

AC yang netes dan bukaan AC nya yang sudah sulit diatur juga mengganggu kenyamanan. Tak ada lagi keranjang di belakang kursi yang biasa aku pakai untuk menyimpan makanan atau buku serta penyangga minuman yang sangat memudahkan ku dalam perjalanan. Aku yang membawa anak dua pun sungguh repot harus menyimpan makanan dan minumannya di bawah kursi.

3. Kondisi Jalanan

Well, dulu terakhir kali naik bus itu kondisi jalanan sedang dalam pembangunan. Pembangunan tol di sepanjang jalan Yasmin menuju arah Parung. Pembangunan LRT serta jalan tol layang di kanan kiri jalan tol. Bandung – Bogor via Tol sungguh memakan waktu. Sekarang sarana tersebut sudah selesai sehingga waktu tempuh perjalanan pun semakin cepat. Sekitar pukul tiga sore kami sudah sampai di jalan Yasmin.

Terimakasih sudah membaca perjalanan nostalgia saya naik Bus MGI ke Bogor.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.