Menelusuri Lokasi Syuting ‘Hometown Cha-Cha-Cha’ di Pohang

Pohang, sebuah kota di tepi laut yang menjadi bintang dalam salah satu drama Korea favoritku, “Hometown Cha-Cha-Cha”, kini ada tepat di depan mata.

Apa disini hanya aku yang tau ada kota di Korea yang namanya Pohang setelah nonton drama tersebut??

Jadi ceritanya pas kumpul sama temen-temen Paksu, salah satu temennya yang warga Korea kaget “ngapain ke pohang? Gak ada apa-apa.”

Padahal buat pecinta KDrama khususnya orang Indonesia mah itu mimpi sekai bisa datang langsung ke tempat lokasi syutingnya.. 

Aku beruntung hari itu 11 Oktober 2023 jam 8 pagi sudah ada di Stasiun Pohang.

Meskipun masih pagi, semangatku untuk menjelajah sudah berkobar-kobar. Iya pagi banget karena kita mengambil jadwal kereta KTX terpagi menuju Pohang

Tempat Syuting Hometown Cha-cha-cha

Pertama, aku mengunjungi sebuah toko serba ada yang sering muncul di drama tersebut Gongjin Market. Itu pasar beneran loh ya.. Tapi kayak pasar mingguan gitu ada hari-hari tertentu. PAs kesna kebetulan lagi buka pasanya.

Aku lihat di yutup orang-orang ko bisa pas pasarnya gak buka. Kan enak bisa puas ambil gambarnya. Setelah mengabadikan beberapa momen dengan kamera, aku melanjutkan perjalanan.

Lokasi syuting berikutnya yang kumampiri adalah klinik dokter gigi Hye-jin. Meski dalam drama tampak sempurna dan romantis, melihatnya secara langsung memberikan sensasi yang berbeda.

Setelah puas mengitari kota, langkahku kemudian mengarah ke Humigot. Tempat yang terkenal dengan sunrise-nya yang tiada duanya itu sudah lama berada dalam daftar kunjunganku. Penginapan sederhana dengan balkon menghadap langsung ke laut menjadi pilihan malam itu.

Pagi di Humigot tak pernah mengecewakan. Ada sesuatu yang mistis, magis, dan sangat pribadi dari menyaksikan matahari terbit, sebuah pengalaman yang benar-benar membuatku merasa bersyukur dan damai.

Perjalanan ini tidak berakhir di sini. Setelah matahari sepenuhnya naik, aku melanjutkan perjalanan, mengeksplor lebih jauh tentang Pohang. Pemandangan indah, udara segar, dan keramahtamahan lokal membuatku tidak ingin perjalanan ini berakhir.

Kota Pohang, dengan semua sudut dan ceritanya, bukan hanya menjadi latar belakang sebuah drama, namun juga menjadi panggung untuk pengalamanku sendiri. Setiap langkah, tawa, dan foto yang kuambil menjadi kenangan yang akan tersimpan selamanya dalam ingatanku.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.